Statistik Pengunjung
Eksplorasi karya dari seluruh Indonesia!
Menghimat Air dengan media Tampah
Pada media pembelajaran video ini saya sebagai guru bisa menyampaikan aspirasi dalam menyampaikan pembelajaran IPAS dengan tema Aku dan Lingkungan Sekitarku Bab 5 kelas III SDN 3 Gelang Kec.Rakit Kabupaten Banjarnegara.Saya berharap dalam menyampaikan pembelajaran dan memfasilitasi belajar siswa dengan suasana belajar yang menyenangkan serta tidak monoton sehingga dapat meningkatkkan prestasi siswa dalam belajar dan kemampuan berfikir siswa.Tujuan pengembangan media ini untuk menghasilkan produk video edukasi air yang valid dan layak untuk siswa kelas III SD dan lingkungan sekitar masyarakat,Semoga bermanfaat.Terima Kasih...
Berkarya Imajiinasi Tentang Air
Berkarya dengan imajinasi tentang air adalah seperti menari dengan sesuatu yang tak terlihat namun sangat terasa. Air, dalam segala bentuknya—cairan yang mengalir, uap yang melayang, es yang membeku—menawarkan palet tak terbatas untuk dieksplorasi oleh pikiran kreatif. Siswa membayangkan sebuah lukisan yang tidak menggunakan cat namun menangkap bentuk yang fana dan menakjubkan, sehingga berkarya dengan imajinasi tentang air adalah tentang melihat lebih dari sekadar air. Ini adalah tentang merasakan keindahan transformatifnya, dan kemampuannya untuk menghubungkan kita dengan alam semesta yang lebih luas. Ini adalah kegiatan membebaskan pikiran dan membiarkan kreativitas mengalir sebebas air itu sendiri.
Proses Tindak Lanjut Asesmen Formatif
Setelah asesmen diagnosa menggunakan buku cerita, murid diminta membuat perahu kertas. Perahu kertas yang dibuat diletakkan di atas air kolam sekolah. Eksperimen perahu kertas di kolam sekolah tak hanya menjadi permainan semata, melainkan ilustrasi konkret tentang pentingnya kualitas air dalam menjaga ketahanan sumber daya air. Saat perahu meluncur di air kolam, ternyata tidak sesuai dengan harapan murid. mereka melihat perahu tersendat atau bahkan terbalik, para murid menangkap pesan kuat: kebersihan air adalah pondasi bagi segala aktivitas dan kehidupan. Momen ini langsung dihubungkan dengan gerakan “Aksi Cilik Jaga Air”. Bunda Niar mengajak murid menafsirkan hasil eksperimen yakni kondisi air bersih adalah ketangguhan air yang bebas kontaminasi memastikan ekosistem baik perahu kertas, tumbuhan di sekitar, maupun warga yang menggunakannya mampu merasakan manfaatnya secara optimal.. Inilah inti ketahanan air, mampu memenuhi kebutuhan, stabil, dan aman.
Proses Diskusi Merangkum Permasalahan Air
Saat bel pelajaran kedua berbunyi, suasana kelas 4 SD Negeri 068008 Medan berubah menjadi ruang diskusi aktif. Bunda Mahnair , guru pendamping, memulai sesi dengan menuliskan judul di papan tulis: “Proses Diskusi Merangkum Permasalahan Air”. Ia lalu mengajak murid menengok kembali catatan observasi dan hasil wawancara lapangan yang sudah mereka kumpulkan sebelumnya. Bunda Niar membuka sesi diskusi dengan pertanyaan pemantik “Dari semua temuan kita, sumur kotor, air kolam bau, PDAM sangat lambat debitnya/terbatas, genangan air kotor—apa yang menurut kalian paling mendesak?” Satu per satu murid mengangkat tangan. Jessi menyoroti genangan air di lapangan olahraga sebagai sarang nyamuk, sementara Raihan mengingatkan soal air kolam yang bau dan mengahambat makhluk hidup untuk berkembangbiak, kemudian air PDAM yang tak lancar menyebabkan penduduk kesal dan memanfaatkan air sumut sebagai kebutuhan yang ketahanan airnya kurang baik.
Proses Penyaringan Air
Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kebersihan air, siswa kelas 4 SD Negeri 068008 Medan mengadakan kegiatan edukasi berjudul “Aksi Cilik Jaga Air”. Di dalam kelas, mereka bereksperimen dengan metode penyaringan sederhana untuk membuktikan bahwa air yang tampak bening belum tentu aman untuk diminum atau digunakan mandi. Mereka menyiapkan alat-alat dasar—botol plastik bekas yang dipotong, lapisan kerikil, arang aktif, dan pasir halus—sebagai media saringan. Berbagai sampel air, mulai dari air bercampur tanah dan dedaunan, air kolam, air berwarna, hingga air sumur, dituangkan perlahan agar melewati setiap lapisan filter. Arang aktif kemudian berfungsi menyerap bau dan kontaminan halus, sedangkan pasir menangkap partikel-partikel mikro sebelum cairan terakhir disaring dengan kain kasa atau kapas. Hasilnya mengejutkan: meski air keruh awalnya berubah menjadi bening—seperti air mineral—zat berbahaya dan mikroorganisme tetap dapat bertahan jika tidak ada penanganan tambahan. Saat Kevin
Aktivitas Pengenalan masalah air
Pencemaran air merujuk pada masuknya zat-zat berbahaya atau bahan polutan ke dalam sumber air, baik itu sungai, danau, dan perairan lainnya, yang dapat menyebabkan perubahan kualitas air dan berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan manusia. Tercemarnya sumber air bisa disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia dan faktor alami.